PENDAPAT AHLI TENTANG IDENTIFIKASI KEGAGALAN DALAM USAHA

Ada beberapa pendapat para Ahli yang mengemukakan identifikasi tentang kegagalan dlam usaha / bisnis, diantaranya sebagai brikut :
Alex S. Nitisemito dalam bukunya Seri Perusahaan Kecil (hal 29-30) mengidentifikasikan sebab - sebab kegagalan usaha dalam perusahaan sebagai brikut :


  • Kurang ulet dan lekas putus asa
  • Kurang tekun dan kurang teliti
  • Kurang inisiatif dan kurang kreatif
  • Tidak jujur dan tidak tepat janji
  • Keliru dalam memilih lapangan pekerjaan
  • Memulai usaha tanpa pengalaman dengan modal pinjaman
  • Memulai usaha tanpa pertimbangan masak - masak
  • Mengambil kredit tanpa pertimbangan yang matang
  • Kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen
  • Pelayanan yang kurang baik
  • Banyaknya piutang ragu-ragu
  • Kekeliruan menghitung harga pokok
  • Menyamakan perusahaan sebagai badan sosial
  • Tidak ada pemisahan antara harga pribadi dan harga perusahaan
  • Kemancetan keuangan yang sering terjadi
  • Kurangnya pengawasan atau pengendalian






Karakaya dan Kobu ((1994) mengidentifikasi tiga kelompok penyebab kegagalan usaha, sebagai brikut :
(1). Kelompok pertama berkaitan dengan produk dan pasar
  • Waktu peluncuran (launching) produk yang kurang tepat
  • Desain produk yang tidak mudah dapat disesuaikan dengan kebutuhan
  • Setrategi distribusi yang tidak tepat
  • Tidak mampu mengidentifikasikan usaha yang sedang berjalan
(2).  Kelompok kedua berkaitan dengan finansial
  •  Terlalu rendah dalam memperhitungkan kebutuhan dunia
  •  Terlalu dini berutang, dalam jumplah besar
(3). Kelompok ketiga  berkaitan dengan manajemen 
  • Terlalu bersikap nepotisme
  • Sumber daya manusi yang lemah
  • Tidak menggunakan konsep tim


 Tersptra dan Olson (1993) dalam buku " Entrepreneurial Star-up and growth A Classification of problem" menglasifikasikan sembilan masalah yang biasanya dihadapi pada tahun pertama suatu bisnis, yaitu :
  •  Sulit mencari sumber pembiayaan dari luar, karena biasanya wirausahawan baru, belum di percaya oleh perbankan.
  • Masalah, pasar yang tidak sesuai dengan prediksi pada awal usaha, seperti tergantung pada beberapa kline tertentu, tingkat penjualan rendah, distributor yang kacau, tidak ada promosi dan lain".
  • Tidak ada usaha untuk mengembangkan produk
  • Manajemen produksi / operasi yang masih kacau
  • Perusahaan baru berhadapan dengan masalah apakah menggunakan tenaga profesional yang telah berpengalaman, namun dengan membayar gaji mahal. Dalam hal ini biasanya akan menimbulkan quality control yang tidak sesuai dan tidak memadai
  • Manajemen sumberdaya manusia yang lemah
  • Biasanya perusahan baru merekrut karyawan tidak sesuai profesional karena alasan biaya. Dalam hal ini akan melemahkan jajaran pasukan diprusahaan tersebut, apalagi jika pimpinan perusahaan merupakan orang yang menganut paham nepotisme.
  • Tidak adanya pengalaman dalam mengelola sumberdaya yang ada
  • Lingkungan ekonomi yang tidak ramah
  • Seorang wirausahawan akan berpikir lagi untuk start jika nilai rupiah terus melemah sehingga barang - barang menjadi jauh lebih mahal daripada sebelunya
  • Kurangnya pengetahuan tentang peraturan atau aturan main di dunia bisnis



Menyimpulkan bahwa terdapat enam penyebab kegagalan yang di alami perusahaan yang baru berdiri dari :
  • Terlalu yakin, bahwa bisnis terseut akan memberikan hasil (yield) dan keuntungan (profit) yang positif pada tahun pertama
  • Yakin ahwa pemegang saham mempunyai cukup cadangan dana untuk menanggulangi kemungkinan rugi pada masa mendatang 
  • Tidak mau mulai berbisnis, jika jumplah modal dalam neraca awal terlalu kecil dan prediksi arus kas menunjukkan negatif
  • Semakin besar kearus kas negative dan semakin besar ratio debt to equity (Perandingan antara utang dengan modl sendiri), sehingga akan semakin kecil ukuran bisnis yang akan dijalankan.
  • Tidak menganggarkan investasi besar-besaran pada tahun pertama, jika kemungkinan kas negative besar
  • Selalu memantau resiko keuangan pada tahun pertama terutama rasio arus kas terhadap utang.Semakin banyak utang perusahaan semakin banyak diperlukan kas keluar.